Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Namun di Jakarta, distribusi air bersih masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pipa tua, kebocoran, hingga belum meratanya jaringan perpipaan.
PAM Jaya terus melakukan transformasi besar melalui proyek pipanisasi untuk mencapai target layanan air bersih 100% bagi warga Jakarta dalam beberapa tahun ke depan.
Salah satu metode yang kini digunakan dalam pengerjaan proyek ini adalah metode jacking, teknologi modern yang masih belum banyak dipahami masyarakat.
Apa Itu Metode Jacking?
Metode jacking adalah teknik pemasangan pipa bawah tanah tanpa perlu membongkar jalan secara menyeluruh.
Secara sederhana:
- Pipa didorong (jack) dari satu titik ke titik lain di bawah tanah
- Hanya dibuat beberapa lubang akses (pit) di permukaan
- Proses utama terjadi di bawah tanah, bukan di jalan
Metode ini sering disebut juga sebagai microtunneling atau pengeboran horizontal bawah tanah.

Kenapa Metode Jacking Dipilih di Jakarta?
1. Mengurangi Kemacetan Parah
Jika menggunakan metode lama (open cut), jalan harus dibongkar sepanjang jalur pipa.
Sebaliknya, metode jacking:
- Hanya membutuhkan beberapa titik galian
- Tidak menutup jalan secara total
- Lebih ramah terhadap lalu lintas kota padat seperti Jakarta
Kamu sering kan melihat ada bagian jalan yang ditutup, di dalamnya ada alat berat dan banyak pekerja proyek galian keluar masuk? Tempat itu sedang dilakukan galian dengan metode jacking.
Pernah lihat yang seperti ini kan? Begini bentuk di dalamnya

2. Minim Gangguan Aktivitas Masyarakat
Dengan metode ini, yang mana pekerjaan utama terjadi di bawah tanah, maka permukaan jalan terlihat “sepi”, tidak banyak alat berat di atas jalan, dan aktivitas warga tetap berjalan relatif normal.
Hal ini sering disalah artikan sebagai proyek “mangkrak”, padahal sebenarnya pekerjaan sedang berlangsung di bawah tanah looh.
3. Lebih Aman untuk Infrastruktur Kota
Selain itu, metode galian dengan sistem jacking ini juga ramah infrastruktur. Mengingat kota Jakarta memiliki banyak jaringan bawah tanah seperti:
- Kabel listrik
- Fiber optik
- Saluran air lainnya
Metode jacking memungkinkan pemasangan pipa tanpa merusak infrastruktur tersebut, meskipun tetap ada tantangan saat jalur saling beririsan.
Bagaimana Proses Pengerjaan Metode Jacking?
Mungkin, banyak masyarakat yang mengeluh karena pekerjaan galian ini cenderung mengganggu aktivitas warga. Namun, gangguan sementara itu pun sudah sangat diminimalisir.
Caranya dengan melakukan metode yang sebaik mungkin dan sekecil mungkin dampaknya pada kondisi lalu lintas.
Ilustrasinya seperti ini,

Caranya seperti beberapa poin di bawah ini:
1. Pembuatan Lubang Akses (Pit)
Lubang ini berfungsi sebagai:
- Titik masuk alat
- Tempat monitoring jalur pipa
2. Pengeboran Horizontal
Mesin bor akan:
- Membuat jalur di bawah tanah
- Menjaga arah sesuai desain
3. Pendorongan Pipa (Jacking)
Pipa didorong secara bertahap dari pit awal ke pit tujuan.
4. Monitoring dan Kontrol
Lubang-lubang yang terlihat di jalan berfungsi sebagai:
- Bak kontrol
- Titik pengecekan posisi pipa
Kenapa Proyek Terlihat Seperti Tidak Dikerjakan?
Ini adalah salah satu miskonsepsi terbesar di masyarakat.
Faktanya:
- Aktivitas utama terjadi di bawah tanah
- Permukaan hanya menunjukkan lubang kontrol
- Tidak selalu ada pekerja terlihat di atas
Akibatnya, banyak warga mengira proyek berhenti, padahal sebenarnya sedang berjalan aktif. Supaya terbayang seperti apa proses pengerjaannya, bisa dilihat beberapa proses dan metode pelaksanaan metode jacking ini.

Dampak Positif Proyek Pipanisasi Air Bersih
Penggunaan metode jacking merupakan bagian dari strategi besar untuk kebutuhan masyarakat, seperti:
- Pemerataan Akses Air Bersih
Targetnya adalah seluruh warga Jakarta bisa menikmati air perpipaan.
- Mengurangi Ketergantungan Air Tanah
Penggunaan air tanah berlebihan menyebabkan:
- Penurunan tanah
- Kerusakan lingkungan
- Mengurangi Kebocoran Air
Banyak pipa di Jakarta sudah berusia puluhan hingga 100 tahun, sehingga perlu diganti dengan sistem baru.
Pentingnya Kepedulian Masyarakat
Proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tapi bagian dari perubahan besar pada suatu kota. Jadi, yang memiliki peran bukan hanya pemerintah atau pemegang proyek, melainkan masyarakat juga punya peran yang sama besarnya untuk mengontrol berjalannya proyek ini.
Nah beberapa peran yang bisa dilakukan oleh masyarakat seperti dapat memahami bahwa lubang galian bukan tanda proyek berhenti, kemudian dibutuhkan juga kesabaran terhadap dampak sementara, lalu mendukung penggunaan air perpipaan.