Kekurangan air bersih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat paling serius, terutama di wilayah dengan akses sanitasi yang terbatas. Air yang tidak bersih menjadi media penyebaran berbagai penyakit dan berdampak langsung pada kualitas hidup, produktivitas, serta angka harapan hidup masyarakat.
Mengapa Air Bersih Sangat Berpengaruh terhadap Kesehatan?

Air bersih berperan penting dalam:
- Konsumsi harian
- Kebersihan diri
- Sanitasi lingkungan
- Pengolahan makanan
Tanpa air bersih, praktik hidup bersih dan sehat (PHBS) sulit diterapkan. Akibatnya, risiko penularan penyakit berbasis air meningkat tajam.
Air bersih bukan hanya soal ketersediaan air, tetapi juga soal perlindungan kesehatan jangka panjang.
Penyakit yang Sering Muncul Akibat Kekurangan Air Bersih

1. Diare dan Penyakit Pencernaan
Diare merupakan penyakit paling umum akibat air tercemar bakteri, virus, atau parasit. Konsumsi air yang tidak higienis dapat menyebabkan:
- Dehidrasi berat
- Gizi buruk
- Kematian, terutama pada balita
Diare masih menjadi salah satu penyebab utama kematian anak di wilayah dengan akses air bersih terbatas.
2. Penyakit Kulit
Air yang tercemar dapat menyebabkan:
- Gatal-gatal
- Infeksi kulit
- Penyakit jamur
- Dermatitis
Penyakit ini sering dianggap ringan, tetapi dapat berkembang menjadi infeksi serius jika tidak ditangani dengan baik.
3. Infeksi Saluran Pernapasan dan Mata
Kurangnya air bersih membuat kebersihan tangan dan wajah sulit dijaga, sehingga meningkatkan risiko:
- Infeksi saluran pernapasan
- Konjungtivitis (radang mata)
- Penyebaran penyakit menular lainnya
4. Stunting pada Anak
Kekurangan air bersih dan sanitasi yang buruk berkaitan erat dengan stunting. Anak-anak yang sering mengalami diare berulang akibat air tidak bersih akan mengalami:
- Gangguan penyerapan nutrisi
- Pertumbuhan fisik terhambat
- Perkembangan kognitif terganggu
Data Kesehatan Terkait Air Bersih
Beberapa temuan penting yang sering menjadi rujukan dalam isu air bersih dan kesehatan:
- Sebagian besar penyakit menular di negara berkembang berkaitan dengan air dan sanitasi yang tidak layak.
- Anak-anak dan lansia adalah kelompok paling rentan terdampak.
- Akses air bersih terbukti menurunkan angka penyakit berbasis lingkungan secara signifikan.
Data ini menunjukkan bahwa penyediaan air bersih bukan hanya isu teknis, tetapi strategi pencegahan penyakit paling efektif dan berbiaya rendah.
Dampak Sosial dan Ekonomi dari Masalah Kesehatan akibat Air Tidak Bersih
Masalah kesehatan akibat air tercemar tidak berhenti pada individu, tetapi berdampak luas:
- Biaya pengobatan meningkat
- Produktivitas kerja menurun
- Anak sering absen sekolah
- Beban ekonomi keluarga bertambah
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memperlambat pembangunan suatu wilayah.
Penyediaan Air Bersih sebagai Solusi Kesehatan Preventif

Penyediaan air bersih melalui pembangunan infrastruktur seperti sistem perpipaan, instalasi pengolahan air, dan sanitasi terintegrasi merupakan langkah preventif untuk menekan angka penyakit sebelum muncul.
Meskipun pembangunan sering menimbulkan dampak sementara seperti penggalian jalan, manfaat kesehatannya jauh lebih besar dan berkelanjutan untuk masyarakat.
Kesimpulan
Kekurangan air bersih berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, terutama melalui peningkatan penyakit diare, penyakit kulit, infeksi, dan risiko stunting pada anak. Air yang tidak higienis menghambat praktik hidup bersih dan sehat serta memperburuk sanitasi lingkungan. Penyediaan air bersih merupakan solusi preventif yang efektif untuk menurunkan angka penyakit, meningkatkan kualitas hidup, dan mengurangi beban sosial ekonomi masyarakat.
Hambatan proyek galian air bersih yang terjadi hari ini, adalah efek jangka pendek untuk mendapatkan manfaat jangka panjang yang akan dirasakan oleh masyarakat. Namun, jika ada kesalahan prosedur atau hal-hal yang mengganggu Anda diluar SOP, mohon bisa dilaporkan. Karena keamanan, kenyamanan, dan keselamatan bersama saat proyek galian air bersih berjalan adalah standar operasional yang harus terjadi.